Selasa, 16 Mei 2017


A. Pengertian Sahabat
Karakteristik lain dari pola hubungan anak usia sekolah dengan teman sebayanya adalah munculnya keinginan untuk menjalin hubungan pertemanan yang lebih akrab atau yang dalam kajian psikologi perkembangan disebut dengan istilah friendship (persahabatan). Jadi persahabatan lebih dari sekedar pertemanan biasa, Menurut McDevitt dan Ormrod (2002), setidaknya terdapat tiga kualitas yang membedakan persahabatan dengan bentuk hubungan teman sebaya lainnya, yaitu:
They are voluntary relationships (adanya hubungan yang dibangun atas dasar sukarela).
They are powered by shared routines and customs (hubungan persahabatan dibangun atas dasar kesamaan kebiasaan)
They are reciprocal relationships (persahabatan dibangun atas dasar hubungan timbal balik.

Menurut Santrock (1998), karakteristik yang paling umum dari persahabatan adalah keakraban (intimacy) dan kesamaan (similiarity). Intimacy dapat diartikan sebagai penyingkapan diri dan berbagai pemikiran pribadi. Karenda kedekatan ini, anak mau menghabiskan waktunya dengan sahabat dan mengekspresikan efek yang lebih positif terhadap sahabat dibandingkan dengan yang bukan sahabat (Hartub, 1989)
Santrock (1998) menyebutkan enam fungsi penting persahabatan, yaitu:
Sebagai kawan (companionship)
Sebagai pendorong (stimulation)
Sebagai dukungan fisik (physical support)
Sebagai dukungan ego (ego support)
Sebagai perbandingan sosial (social comparison)
Sebagai memberi keakraban dan perhatian (intimacy/affection)

Dapat ditarik kesimpulan bahwa sahabat adalah teman yang selalu ada dalam suka maupun duka, serta mau menerima kita apa adanya. Sahabat tidak hanya saat temannya bahagia saja elainkan juga siap menjadi tempat mengadu duka.
B. Masalah yang sering terjadi dalam persahabatan
Dalam persahabatan,pastinya ada kisah pahit dan manis.Saat kisah manis yang kita rasakan dalam persahabatan,itu bukanlah suatu masalah.Namun bagaimana bila kisah pahit yang kita rasakan?.Dalam bersahabat,pastilah kita sering kali mengalami cek-cok dengan sahabat kita.misalnya:
1. Ke-Egoisan Diri
Setiap orang pasti pernah berbuat keegoisan. Ada yang hanya sekali,ada yang kadang-kadang,atau ada yang selalu egois.Tahukah kamu,bahwasannya ke-egoisan diri dapat merusak persahabatan?Saat berdiskusi dengan temanmu,misalkan temanmu memiliki pendapat ini.Namun kamu punya pendapat itu,kamu tidak setuju dengan pendapat temanmu,dan kamu memaksakan temanmu untuk menyetujui pendapatmu,hal ini mampu merusak pertemanan kalian.
2. Rasa Cemburu Terhadap Teman Yang Lain
Kata siapa cemburu hanya dapat dirasakan terhadap kekasih atau pasangan hidup atau pacar?Dalam bersahabat pasti punya rasa cemburu pula.Hal ini sering dirasakan atau terjadi pada pada persahabatan antar  anak perempuan.Bila si I sudah dekat dengan si B lalu si B dekat dengan si N,biasanya  si I merasakan rasa cemburu,takut kehilangan sahabat dekatnya itu yang tak lain adalah si B.Lalu si I memasang wajah jengkel dan sikap dingin terhadap si B,dan sikap si I itu membuat si B bingung.Awal maksud si I bersifat dingin seperti itu karena ingin si B mengerti tentang rasa cemburunya.Alih-alih mengerti,hal itu malah akan membuat si B bingung dan dapat memecahkan persahabatan.
3. Rebutan Seseorang
Sebenarnya masalah ini pula yang hobby sekali muncul sebagai perkara dalam persahabatan.Terutama persahabatan para remaja yang sudah mulai dewasa.Seperti yang di sinetron-sinetron Indonesia yang ada.Mencintai seseorang yang sama,lalu bila salah satu diantara dua pasang sahabat itu mendapatkan seseorang yang dicintai,maka satunya pasti akan merasa kecewa.Mungkin ada yang rela-rela saja dan mengikhlaskan orang yang dicintainya itu untuk sahabatnya,namun tak sedikit pula yang sangat sakit hati sampai-sampai mengatakan: “Pengkhianat.” “Ngrebut pacar orang.” “Sahabat macam apa nusuk temennya dari belakang?!” Sss…!!Jangan sampai hal itu terjadi pada kalian.
4. Bersahabat Hanya Mencari Keuntungan Pribadi
Memilih-milih teman memang harus.Memilih teman yang berhari baik,tingkah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar